>
  • Ingin Menjadi Member?

    Untuk menjadi member Tahitian Noni sangatlah mudah. Tidak hanya mendapatkan paket bonus tapi yang lebih utama yakni anda dapat menikmati harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga retail. Oleh karena itu jangan ditunda-tunda lagi, segera hubungi kami dan lengkapi persyaratannya. Keterangan lebih jauh dapat dilihat disini

  • Tahitian Noni Maxidoid

    Telah hadir teknologi terkini dalam pengembangan Tahitian Noni, lihat keterangannya dan segera dapatkan produknya contact me[...]

  • Mengapa Memilih Tahitian Noni

    Ketika kita hendak memilih produk kesehatan mungkin kita bertanya "Mengapa harus memilih Produk dengan penelitian berlandaskan uji klinis (Human Clinical Trial)? read more[...]

  • Tahitian Noni Family

    Meminum suplemen apalagi obat-obatan terkadang sangat sulit untuk dilakukan oleh anak-anak, meskipun obat tersebut telah dikemas dalam bentuk sirup. Namun tidak dengan Tahitian Noni yang saat ini telah hadir dalam bentuk Tahitian Noni Family, bukan hanya orang dewasa saja yang dapat menikmati khasiatnya, anak-anak pun senang.Jumpai disni[...]

  • Lebih dari sekedar buah

    Apakah anda pikir sari buah yang anda konsumsi setiap hari telah mencukupi kebutuhan tubuh anda? Tidak, jika anda mengharapkan manfaat kesehatan yang lebih lengkap. Minuman Bioactive Tahitian Noni memiliki hal lain yang jus buah biasa/superfruit tidak miliki - senyawa bioaktif Iridoid yang dapat memperkuat dan menyeimbangkan kesehatan anda. Belasan penelitian dan uji klinis telah menegaskan manfaat buah Noni bagi kesehatan tubuh manusia

  • Iridoid dan Kesehatan

    Iridoid tidak umum dijumpai dalam buah-buahan. Faktanya, buah Noni merupakan satu dari sedikit buah dimana terdapat iridoids didalamnya. read more[...]

Jumat, 20 September 2013

Posted by Unknown
No comments | 19.52
Menurut WHO (World Health Organization), deabetes merupakan penyakit kronis, yang terjadi apabila pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup, atau ketika tubuh tidak lagi menggunakan insulin yang diproduksinya secara efektif. Hal ini mengakibatkan terjadinya peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah yang dikenal dengan istilah hiperglikemia.

Ginjal tidak dapat menahan hiperglikemia ini, karena ambang batas untuk gula darah adalah 180 mg% di dalam tubuh sehingga apabila terjadi hiperglikemia maka ginjal tidak dapat menyaring dan menyerap sejumlah glukosa dalam darah. Ginjal tidak dapat menyerap kembali semua glukosa yang tersaring keluar apabila konsentrasi glukosa dalam darah cukup tinggi, akibatnya glukosa dalam darah cukup tinggi, akibatnya glukosa tersebut diekskresikan melalui urin (glukosuria)

Ekresi ini akan disertai dengan pengeluaran cairan dan elektrolit yang berlebihan. Keadaan ini disebut dengan diuresis osmotik. Akibat hal ini, penderita akan mengalami peningkatan dalam berkemih (poliuria) dan sering merasa haus (polidipsi)

Advanced Glycation End-Product (AGEs)
Advanced Glycation End-Product (AGEs) adalah hasil dari rantai reaksi kimia glikasi awal. Jika kadar gula tinggi dalam makanan anda, maka indikasi ini mungkin muncul. Hamipir semua gula darah memberikan energi yang tubuh anda butuhkan. Namun demikian, sejumlah kecil gula darah anda terglikasi untuk membentuk Advanced Glycation End-Product (AGEs). Selain itu, gula sederhana seperti fruktosa dan galaktosa melalui glikasi hampir sepuluh kali lebih tinggi dari glukosa.

Review jurnal penelitian terpublikasi berjudul Diabetologia, dari Fakultas Kedokteran University of Western Australia yang juga bekerjasama dengan pusat penelitian Jantung di Australia menyatakan bahwa AGEs adalah kelompok yang kompleks dan heterogen dari senyawa yang telah terlibat dalam diabetes dan ada kaitnnya dengan penyakit komplikasi yang terjadi.

Sampai sejauh ini, tidak banyak yang mengetahui bahwa ternyata AGEs adalah penyebab atau akibat dari komplikasi yang terjadi. Penelitian ini membahas proses kompleks pembentukan kimia dari zat AGEs ini dan kaitan zat ini sebagai penyebab penyakit (patogen) secara biokimia terutama dalam kaitannya dengan komplikasi mikrovaskuler pada diabetes seperti retinopati (gangguan retina), nefropati (gangguan sel ginjal), dan neuropati (gangguan sel syaraf) serta peran AGEs dalam mempercepat vasculopathy (gangguan sel-sel pembuluh darah) pada diabetes. Konsep stress karbonil sebagai penyebab terbentuknya AGEs disebutkan juga pada penelitian ini.

Penelitian ini juga membahas perubahan AGEs dalam tubuh, terutama dalam kaitannya dengan perubahan yang terjadi seperti perubahan usia, riwayat penyakit diabetes dan gangguan komplikasinya seperti nefropati.

Masalah yang timbul dan ditekankan dalam penelitian ini berkaitan dengan metode terbaru dari deteksi AGEs dan pengukurannya, termasuk kurangnya metode pendeteksian yang patent atau ukuran pengukuran. Agen yang digunakan untuk pengobatan akumulasi AGEs ditinjau dan diuji dengan penekanan pada hasil percobaan fase III terbaru menggunakan Aminoguanidin dan terkait keberadaannya terhadap komplikasi diabetes.

Keterkaitan AGEs dan Diabetes Melitus
Sebagai seorang dokter di University Medical Center Groningen, Dr. Andries J. Smit (MD, PhD) selama ini mencari pemeriksaan non-invasive yang akurat untuk mengdiagnosis diabetes. Berbekal pengalaman selama 15 tahun sebagai Endocrinologist (Ahli kel. Endokrin) yang mengabdi sebagai
kepala pada unit penyakit pembuluh darah, beliau melakukan banyak penelitian shubungan dengan gangguan penyakit Diabetes dan pembuluh darah.

Keahliannya di bidang obat-obatan, organ tubuh dan gelar profesor di bidang hipertensi serta gangguan pembuluh darah terbukti melalui berbagai penelitian yang sudah diterbitkan dilebih dari 200 jurnal terpublikasi. Puncak dari semuanya itu ialah keberhasilan sebuah perusahaan teknologi DIAGNOPTICS yang berbasis di Belanda dalam kerjasama dengan Dr. Andries untuk membuat suatu alat yang dapat mengukur jumlah AGEs di dalam tubuh. Pengukuran AGEs memberikan setiap individu gambaran kesehatan sehingga mereka dapat mengelola jumlah AGEs. Hal ini dilakukan agar jangan sampai bahaya akan gangguan kesehatan mulai mengintip tanpa anda sadari karena gejala klinis mulai terasa karena kelalaian dalam mengatur jumlah AGE dalam tubuh.

0 komentar:

Posting Komentar